Wednesday, August 1, 2018

Tempat Mencari lapangan Kerja, Terputusnya Kesatuan Ekonomi Daerah Jajahan dan Negara Induk

Tempat Mencari lapangan Kerja

Di depan telah dipaparkan bahwa dunia ini beserta kekayaan alamnya adalah merupakan tempat manusia untuk mencari hidup bagi dirinya sendiri beserta dengan keluarganya. Mencari pekerjaan macam apa dan di mana saja adalah merupakan hak azasi manusia.

Daerah jajahan sebagai tempat employment memerlukan pendekatan lain dari aspek hak azasi tersebut. Adalah masuk akal apabila pekerjaan pimpinan. baik dalam perusahaan maupun dalam pemerintahan lasisten residen ke atas. termasuk residen gubernur, menteri dan gubernur jendrali dilakukan hanya oleh orang-orang Belanda karena berdasarkan alasan pendidikan. skill, efisiensi, efekti vitas dan lain-lain. Angka-ungka mengenai jumlah gaji, besarnya ponsiun, pensiun yang dikirimkan ke negara Belanda. dan gaji serta penghasilan penduduk bumi putera, dapat disaksikan dalam buku Dr. Sam Ratu Langie, Gonggryp, Ir. Soekarno dan lain-lain tersebut dalam catatan kaki bab ini. Dengan bekerjanya orang-orang Belanda di daerah jajahan mempunyai pengaruh langsung terhadap kenaiVan kemakmuran penduduk, eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam Indonesia, eksplorasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi kekayaan budaya bangsa Indonesia dan lain-lain.

Terpeliharanya hukum adat, candi-candi, benda-benda purbakala, konservasi atau pemurnian sapi Bali dan lain-lain adalah berkat pemerintah jajahan Indonesia karena menjadi tempat pekerjaan orang-orang Belanda yang kemudian mempunyai pengaruh positif terhadap didirikannya rumah-rumah tempat tinggal, villa tempat is-tirahat beserta utilitas publiknya dan lain-lain di mana mereka tidak diperkenankan memperoleh hak eigendom (hanya hak opstal, hak erfpaent dan lain-lain) adalah untuk melindungi penduduk bumi putera. Angka-angka mengenai jumlah rumah, villa, bungalow, pabrik-pabrik dan lain-lain dapal diperiksa dalam statistik zaman Hindia Belanda, di mana almarhum Mr. A.K. Pringgodigdo pernah menjadi pimpinannya. Proyek-proyek bendungan yang dibangun dalam masa orde bam ini seperti bendungan Jatiluhur. Karangkates, bahkan Asahan pernah direncanakan dalam masa jajahan Hindia Belanda Adalah tidak mengherankan apabila anggota team yang melaksanakan studi kelayakan ada pula orang Belandanya, meskipun konsultannya adalah konsultan Amerika Serikat dan Australia.

Terputusnya Kesatuan Ekonomi Daerah Jajahan dan Negara Induk

Terjalinnya hubungan ekonomi daerah jajahan dengan negara induk sehingga menjadi kesatuan yang dicita-citakan memerlukan proses dan perjuangan lama; Politik etik dengan politik kesejahteraannya van Deventer. politik kesejahteraan yang memperhitungkan unsur-unsur obyektif dan unsur-unsurpersoonlyk-nya J.H. Boeke. pembangunan pedesaannya J.H. Boeke. dan kebijaksanaan ekonomi yangditujukan pada penduduk bumi puteranya D.H. Burger sekedar merupakan beberapa usaha untuk mencapai kesatuan yang dicita-citakan. Sebagai akibat pendudukan tentara Jepangdan kemerdekaan yang diperjuangkan mati-matian maka kesatuan yang dicita-citakan tersebut menjadi putus dengan konsekuensi ekonomis yang sangat luas. Terhentinya ekspor hasil-hasil produksi primer seperti kina, karet, lada, kapuk (randu), timah, kopra, dan kelapa sawit pada waktu revolusi fisik dan belum pulihnya produksi serta ekspor seperti sebelum Perang Dunia II merupakan akibat dari putusnya kesatuan ekonomi yang dicita-citakan.

Apakah kesatuan yang dicita-citakan tersebut perlu dipulihkan dan dikembangkan adalah merupakan pertanyaan benar, terutama dipandang dari aspek patriotisme ekonomi, kesatuan harmonis hubungan antara negara-negara Utara - Selatan, antara blok Barat, blok Timur dengan dunia ketiga dan lain-lain. Market inperfection, vicious circles dan international forces-nya G.M. Meier & R.E. Baldwin merupakan beberapa bentuk dari terputusnya dan belum tercapainya kesatuan yang dicita-citakan. Kemajuan internasional memerlukan kesatuan harmonis antara semua negara di dunia, baik negara-negara Utara maupun negara-negara Selatan, atas dasar kesamaan derajad, saling menghargai dan saling pengertian. Meskipun tidak melepaskan patriotisme politik, patriotisme ekonomi dan patriotisme kebudayaan dalam arti yang seluas-luasnya.