Wednesday, August 1, 2018

Karakteristik Negara Berkembang Sebagai Negara Sedang Membangun, Produksi Primer,Tempat Penanaman Modal Asing

Karakteristik Negara Berkembang Sebagai Negara Sedang Membangun


Meier & Baldwin menyebutkan karakteristik pokok negara-negara yang sedang berkembang (underdeveloped countries) yang saling kait-mengkait ada enam karakteristik ekonomi, yaitu:
(1) it is primary - producing
(2) it faces population pressures
(3) it has underdeveloped natural resources
(4) it has an economically backward population
(5) it is capital - deficient
(6) it is foreign trade-orienteof

Karakteristik ekonomi pertama dan kedua dianggap hanya ber-gayutan (associative) dengan kemiskinan dan lainnya merupakan sebab-sebab atau bersifat causitive dalam arti menghambat pembangunan. Adapun yang merupakan perintang atau penghambat (obstacles) terhadap pembangunan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu market imperfections, vicious circles dan international forces. Apabila diperhatikan secara cermat, karakteristik ekonomi, baik yang bersifat associative maupun yang bersifat causitive terutama merupakan sifat-sifat, baik langsung ataupun tidak langsung, yang muncul akibat penjajahan, yaitu struktur ekonomi bekas daerah- daerah jajahan herhadapan dengan bekas negara-negara induk atau negara-negara bekas penjajah. Apabila kemerdekaan politik merupakan jembatan emas hasil perjuangan politik dan fisik maka pembangunan ekonomi merupakan salah satu perjuangan untuk mengisi kemerdekaan politik tersebut. Oleh sebabitu pembangunan ekonomi hendaknya diarahkan untuk mengisi kemerdekaan yang dalam salah satu tahapnya adalah untuk mencapai struktur ekonomi yang bersifat nasional.

Produksi Primer

Dari sejarah (lebih khusus sejarah perekonomian) dunia dapat dipelajari bahwa dunia Barat mengenal Indonesia karena hasil rempah-rempahnya (produksi primer) termasuk pala, lada, cengkeh, kayu manis dan kayu putih. Mengapa Columbus'menemukan Amerika, Bartholomeus Diaz menemukan Tanjung Harapan, Vascode Gama ke India, Balbao-selat Panama, Cabral-Brazilia, Magelhaes-mengelilingi dunia melalui Pasifik dan Filipina dan lain-lain karena usaha mereka mencari rempah-rempah disebabkan karena didudukinya Is-tambul oleh orang Islam sehingga perdagangan rempah-rempah melalui Asia Kecil terhalang. Mereka tertarik Indonesia karena rempah-rempah nya, karena beberapa hasil produksi primernya. Berdirinya VOC terutama disebabkan karena meningkatnya perdagangan rempah-rempah tersebut. VOC yang mndapatkan monopoli pemerintah Belanda sehingga boleh mempunyai tentara (istilah Indonesia yang lebih populer adalah kumpeni), boleh membuat dan mengedarkan uangsendiri dan bahkan boleh mengadakan perjanjian-perjanjian (tidak hanya perjanjian dagang semata-mata) dengan raja-raja dan kepala pemerintahan lainnya merupakan sejarah tersendiri.

Terjadinya Hongie Tochten yang begitu  kcjam sampai membekas sampai dewasa ini karena akibat dari beberapa hasil produksi primer tersebut. Timbulnya pemerintah jajahan Hindia Belanda (formal sejak 1 Januari 1800) dimulai dari perdagangan dan penguasaan terhadap beberapa macam hasil produksi primer tersebut. Sejarah timbulnya penjajahan (kolonialisme) di India, di Malaysia, Filipina dan bahkan seluruh dunia kira-kira seirama dengan terjadinya kolonialisme di Indonesia, yaitu dimulai karena tertarik pada beberapa barang produksi primer. Timbulnya kolonialisme dimulai dari pengusaha perdagangan (monopoli) oleh bangsa yang lebih maju, lebih rasional, lebih cerdik dan lebih banyak permodalannya.

Tempat Penanaman Modal Asing


Bahwa daerah jajahan juga merupakan tempat penanaman modal asing telah lama dikenal oleh kaum perintis kemerdekaan Indonesia, khususnya oleh pemimpin-pemimpin pergerakan kemerdekaan seluruh daerah jajahan pada umumnya. Penanaman modal asing termasuk soal mencari rezeki, meskipun ada unsur bantuan bagi daerah-daerah atau negara-negara yang mendapatkannya. Bagi Indonesia, sejak timbulnya pemerintah jajahan Hindia Belanda, terjadinya cultuur stetsel beserta akibat-akibatnya (untung-ruginya) sampai timbulnya opendeur politiek bagi modal asing sehingga mengakibatkan salah satu karakteristik negara sedang berkembang menjadi capital deficient mempunyai sejarah tersendiri. Demikian pula kelanjutannya sampai kebijaksanaan pembiayaan pembangunan yang dilaksanakan sampai sekarang. Tertariknya dan ditariknya modal asing di Indonesia terutama karena terdapatnya kekayaan alam yang sangat dibutuhkan oleh Belanda pada khususnya, dan kemudian oleh negara-negara penjajah (Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Perancis dan lain-lain) pada umumnya. Masuknya modal asing di Indonesia sebagai kebijaksanaan pintu terbuka pada tahun 1850-an mempunyai ceritera tersendiri. Banyak berdirinya dan meluasnya pabrik-pabrik serta perkebunan tebu/gula, perkebunan coklat, perkebunan karet, kelapa sawit dan .lain-lain merupakan akibat langsung kebijaksanaan pintu terbuka tersebut. Makanan dengan bumbu coklat, barang-barang dari karet, margarine dari kelapa sawit belum banyak dikenal dan apalagi dikonsumsi pada waktu itu.
Dengan usaha-usaha yang membutuhkan skill yang tinggi, modal rak-sasa serta prinsip-prinsip manajemen modern sudah tentu baru bangsa Barat yang dapat melaksanakan. Demikian pula yang mampu membangun pelabuhan, jalan-jalan kereta api, bendungan-bendungan besar dan lain-lain. Bahwa penanaman modal raksasa tersebut berakibat pula meningkatkan kemakmuran penduduk kiranya tak dapat disangkal lagi. Meningkatnya produktivitas tanah pertanian akibat irigasi, meningkatnya kemakmuran akibat jaringan jalan dan pengangkutan kereta api merupakan pengaruh positif penanaman modal tersebut.

Bagaimana perbandingan antara peningkatan kemakmuran penduduk bumi-putera dengan keuntungan yang diperoleh beserta peningkatan kesempatan kerja bangsa Belanda ditunjukkan oleh C. Th. Van Deventer sebagai ereschuid-nya bangsa Belanda kepada bangsa Indonesia. Dengan makin intensifnya pengetahuan akan kekayaan alam Indonesia oleh Belanda dan bangsa Barat pada umumnya maka penanaman modal tidak hanya terbatas pada perkebunan-perkebunan besar tetapi meluas hingga meliputi pula pertambangan batu-bara, minyak tanah, timah dan lain-lain. Jadinya produksi primer tidak hanya meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan tetapi juga meliputi pertambangan dan bahan-bahan galian. Penanaman modal mempunyai kaitan erat dengan produksi primer.